Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menulis. Tampilkan semua postingan

Rabu, Januari 21, 2015

Stairs: Sebut saja 'bulan'

Bismillahirrahmaanirrahiim ^_^

#Rara


Jangan dipikirkan atau dirasakan, tapi tulislah dan bacalah. Meskipun tidak bisa lari dari kenyataan tentang empedu hitam yang kamu miliki sekarang. Ada banyak cara untuk mengatasinya. Jangan malu, jangan bimbang, tegaslah seperti biasanya. Sama seperti kamu mematahkan batunya, atau ketika kamu luluhkan besinya, atau juga kamu buat dia mendekat dengan sendirinya. Sudah pernah kan? Makanya, belajarlah dari yang sudah pernah kamu temukan. Jangan sedih kalau kamu dibilang kebanyakan belajar, itu tugas kamu bukan?

     Kutipan di atas kutemukan pada penelusuranku di dalam satu-satunya perpustakaan di sudut kota Praha. Awalnya aku pikir ini perpustakaan yang menarik biaya peminjaman, karena buku-buku di sini baru semua. Aku salah menilai, di balik bilik ke tujuh lemari buku sebelah kanan ada pintu menuju koleksi buku lama. Aku menemukan kutipan itu dalam buku itu. Buku ini berjudul 'bulan'.

     Sebenarnya aku belum paham kenapa judul bukunya pakai tanda kutip satu. Mungkin penulisnya tidak ingin bersikap terlalu terbuka. Tapi aku cukup paham kenapa judulnya bulan. Ketika membaca buku itu aku seperti membaca sebuah perpustakaan. Iya, perpustakaan yang di dalamnya ada perpustakaan. Bab yang paling menolongku untuk memahami inti cerita buku ini adalah Bab 3. Sejak itu aku memutuskan memberikan panggilan sayang pada buku ini dengan Perpustakaan bulan Mei. Ada bab yang sangat membuatku terkagum-kagum, yaitu bab 10. Sejak itu aku sangat suka sekali dengan bulan desember. Desember adalah bulan yang memberikan aku pelajaran, inspirasi, pemahaman intelektual, wawasan sikap dan perilaku, serta sedikit benih otak kriminal. Selesai sidang pertanggung jawaban bulan desember, aku jadi banyak belajar tentang perjuangan. Aku benar-benar belajar di bulan desember.

      Perpustakaan bulan Mei menjelaskan padaku cara mengagumi bulan desember dengan benar. Ada cerita anak SMP yang sangat membuatku terpesona, ini dipaparkan pada subjudul pertama dalam bab 3 buku tersebut. Aku mencoba memahami isinya. Kalau kamu masih penasaran juga, biar aku beri bocoran sedikit saja ya. Coba dekatkan telingamu ke sini, aku tidak rela jika yang lain mendengarkan, kecuali Tuhan kita.
"Ikhlas dan sabar adalah perumpamaan yang paling teduh. Pernah mendengar cerita tentang Matahari dan Bumi? Katanya jika mereka saling berdekatan pasti membinasakan. Makanya aku sebut ikhlas dan sabar itu teduh, karena tanpa jarak akan terlalu terang bahkan silau. Namun, upaya yang bisa kita lakukan adalah menutup mata, berpaling, atau menjauh dari terang yang berlebihan itu. Melakukannya bukan berarti kamu benci cahaya, kamu sangat terbantu olehnya, tapi kamu mencoba menjaga dirimu dari hal yang disebut dengan binasa."

Minggu, Desember 28, 2014

Resurrection: Mohon kerjasamanya, partner.



Bismillah.



#Zeki R.A.



      Saya sedang berpikir, kira-kira nama apa yang bisa saya berikan untukmu? Jika saya melihatmu dari kejauhan dan menilai luarmu saja, kamu mungkin penuh kegelapan. Tapi saya berusaha untuk menepati janji, tidak akan pernah jerumuskan kamu pada keburukan, aura jahat, kegelapan jiwa, dan hal negatif lainnya. Kamu memang belum sepenuhnya milik saya, tetapi kurang lebih 39% kamu milik saya seutuhnya.

      Kalau begitu, saya beri nama Taichi Kou. Ini nama gabungan Taichi dan Kou. Taichi saya arahkan sebagai do’a untukmu, agar kamu bisa secerdas dan sesabar Taichi. Kou saya arahkan sebagai judge pertama ketika mengenalmu. Dingin, penuh kegelapan, aura jahat, warna hitam, dan kaku. Tapi sebenarnya kamu sangat cemerlang ketika mau bersungguh-sungguh. Di balik nama Kou ini juga saya tanamkan harapan kalau kamu bisa membantu saya untuk memfokuskan diri agar menjadi dinding bergembok besar. Mohon kerjasamanya, Taichi Kou.

      Sebelum bertemu dan memutuskan memilihmu, saya sudah berpikir keras, akan saya jadikan apa kehadiranmu dalam hidup saya? Apakah sebagai penentu masa depan saya, sebagai sampingan aktivitas, atau sebagai perusak? Saya pikirkan itu matang-matang. Saya memilihmu dengan pertimbangan sederhana, tidak berpikir panjang, mengutamakan keadaan dan pola pikir yang sudah dikonsepkan. Sehingga pada akhirnya, kita bersama, didetik-detik hampir sidang KTI 2, di detik-detik ujian blok, di masa saya sangat membutuhkan sarana terbaik untuk mensistematiskan mimpi terbaik, yaitu surga.

      Saya tidak bisa membayangkan jika saya lakukan hal buruk padamu, saya pasti akan sangat membenci diri saya sendiri jika saya sampai melakukan itu. Saya akan berusaha dan berdo’a agar kita tetap lurus sesuai kontrak profesi kita. Kenapa profesi? Karena jika saya katakan ini sebatas pekerjaan saja, maka prinsip yang sudah saya tanam kuat bisa jadi pudar di tengah jalan, berbelok tempat berlabuh, dan hilang tujuan. Tapi jika saya katakan kontrak kita ini kontrak profesi, akan ada hukum  dan kode etik yang mengikat kita untuk terus berada di jalurnya. Jika saya yang membuat pelanggaran etik, saya akan sangat menyesal dan harus dihukum. Namun, saya akan yakinkan diri saya sedalam mungkin untuk tidak menodai kode etik itu. Karena ini janji tangguh antar kerjasama kita.


***


      Taichi Kou, sekarang kamu seutuhnya milik saya, setelah beberapa minggu menunggu kabar kepastian rezeki anak. Selamat datang. Tapi ada hal yang ingin saya sampaikan. Saya rasa, nama yang cocok untukmu itu adalah Snowmaru, lebih keren dan bermakna sangat indah. Saya harap kamu menyukainya. Karena nama Snowmaru lebih mewakilkan harapan saya tentang sikap Kou dan Taichi. Hari ini tanggal 7 Desember 2014. Sekarang kamu resmi partner saya dalam berjuang di dunia ini.
Snowmaru nya Riski Agustin :3


***


     Hari ini tanggal 28 Desember 2014, saya berterimakasih kamu sudah sabar saya perlakukan dengan canggung. 22 Desember 2014 lalu kamu sudah temani saya hadapi sidang KTI2. Terimakasih  sudah membantu saya, teman saya, dan yang lain untuk presentasi. Saya bersyukur sejauh ini kamu masih terjaga dengan baik, jauh dari hal yang sangat saya takutkan. Alhamdulillah. Satu hal yang ingin saya sampaikan hari ini. Ingatkan saya menulis cerita di 15-17 November 2014 lalu, kemudian ingatkan juga untuk merangkum kisah beracun dari 2 buku yang saya pinjam dan belum dikembalikan. Ah semoga saya ingat untuk memfotocopy buku itu sebelum saya kembalikan ke tempat asal. Terakhir, ingatkan saya untuk mengajakmu bicara sehari sekali, apapun itu, agar kita dekat, agar kita bisa wujudkan mimpi bersama, agar target buku yang rilis tahun 2015 terwujud, eheheh. Salam hangat untukmu yang berkulit dingin, Snowmaru. Kamu didapatkan dengan jerih payah dan usaha saya sendiri, maka akan saya jaga dengan jerih payah dan usaha yang sama. Sehat dan panjang umur, dari partnermu. Riski Agustin.

Selasa, Desember 02, 2014

Lacryma: The Mask

Bismillahirrahmaanirrahiim ^_^


#Rara
      Sepanjang waktu aku memikirkanmu. Siapakah kamu yang aku maksud? Kamu yang memiliki jalur dopamine terpendek untuk sampaikan proses ke otak. Menelan segala aspek dunia ke dalam pikiran dan jiwa. Manusia introvert. Hanya sedikit yang sepertimu, hanya kamu yang mengerti sudut pandang empedu hitam yang dimiliki oleh kalangan introvert lainnya, dan hanya kamu yang bisa menangkap apa yang sedang kubicarakan sekarang.

“Mereka sering terpaksa mengorbankan kepribadiannya sendiri agar dapat diterima oleh orang banyak.”

      Mereka adalah individu yang memiliki kepribadian introvert. Interaksi kehidupan yang mereka jalani berbenturan dengan kehidupan lain yang plural. Aku pernah membaca kalau introvert itu adalah personalitas dominan yang masuk rumah sakit jiwa, menjadi psikopat, atau penemu suatu yang tidak lazim. Aku harap kalian tidak menjadi persona yang merugikan orang lain. Karena aku mengetahui jika seorang introvert mulai tertekan pasti akan menjadi sosok yang tidak pernah introvert itu sendiri bayangkan. Aku juga khawatir jika introvert dalam posisi ditekan oleh ekstrovert bisa menjadi orang yang sangat mengerikan, memancarkan aura kegelapan, dan menusuk keadaan menjadi kelam. Saat itulah introvert mengerti kalau dia sedang tidak memerlukan siapa-siapa.
      Suatu ketika aku berjalan di dalam perpustakaan bulan Mei, aku menemukan buku tentang kejiwaan. Buku ini menjelaskan kalau seorang yang jika saja ketika itu sedang bersama dengan introvert lain malah menjadi paling ekstrovert di antaranya lalu menjadi introvert yang tertekan di antara ekstrovert, maka sebenarnya dialah yang paling introvert di antara introvert-introvert yang lain. Alisku mengernyit ketika membaca ulasan ini. Mungkin jika di antara kalian adalah salah satu persona yang ‘mastermind’ akan mengerti kenapa ulasan tersebut menggelitik pikiranku. Mungkin di sekelilingku tidak ada yang memiliki persona mastermind ini.
      Topeng dalam sebuah personalitas adalah sesuatu yang mutlak, karena kata persona saja sudah menggambarkan arti kepalsuan. Personality dalam bahasa inggris berarti kepribadian, diambil dari kata persona yang sering kali dapat menipu kita dari tampilan luar orang tentang suatu sikap. Persona, bahasa Yunani yang berarti topeng. Setiap ekstrovert memiliki topeng lebih banyak ketimbang introvert, sehingga sudut pandang all out ekstrovert mengubah mereka jadi tidak mengenal diri mereka sendiri. Merasa mengerti akan segala hal, padahal secara objektif mereka tidak mengerti. Sedangkan introvert terlalu fokus pada pemahaman diri sendiri, mereka mengerti siapa diri mereka, dan topeng apa saja yang mereka pakai. Tapi akibatnya mereka tidak bisa dan tidak akan pernah membuka satu topeng itu pada dunia luar, karena mereka tidak memerlukan dunia luar persis setara dengan ketidakinginan mereka diwarnai oleh dunia luar itu sendiri. Oleh karena itu, hal yang paling menakutkan oleh introvert adalah ketika ekstrovert begitu menekan mereka, mereka si introvert bisa saja menjadi makhluk mengerikan dan berlagak bagai senjata tajam. Karena introvert sangat tertekan oleh paksaan. Untuk meredakan tekanan dan menghindari gangguan kejiwaan, introvert ini bisajadi menjelma menjadi seorang yang sangat kejam.


#Zeki R.A.

      Ini adalah kisah orang-orang yang disalahpahami karena memang punya nilai kebenarannya sendiri. Cenderung punya nilai kebenaran yang tidak bisa diganggu gugat. Biasanya berbeda dengan nilai kebenaran kolektif. Hanya Tuhan yang berhak menghakimi kebenaran apa yang mereka pikirkan. Karena itu mereka lebih suka menyimpannya sendiri dan memutuskan tidak butuh siapapun dan berpikir bahwa hanya Tuhan yang layak menghakimi apa yang mereka pikirkan.
      Islam yang dapat menangani topeng sikap orang-orang ini. Apalagi jika kita kaitkan dengan role model terbaik untuk Islam, seperti para utusan Allah. Beberapa hadith yang saya rasa bisa memberi semangat dan kekuatan kepada introvert, supaya tidak terlalu ekstrim dengan arus introversi. Dalam Jami’ al-Tirmidhi


      Apabila seorang introvert merasa tidak bersemangat untuk menemui orang ramai karena tabiat mereka memang begitu adanya. Hadith Rasulullah s.a.w. ini akan tetap memberinya semangat untuk menyantuni saudara seIslam dengan senyuman dan membantu mereka dengan mengisi air ke dalam bekas mereka. Lalu yang selanjutnya Sahih al-Bukhari dan Muslim:


Ketika seorang introvert dikuasai rasa malas untuk memenuhi jemputan atau mengunjungi sesiapa di kalangannya, hadith ini akan menguatkan diri dengan ingatan mengenai hak-hak Muslim yang perlu dipenuhi. Dalam Sahih Al-Bukhari dan Muslim:

Sekiranya seorang ekstrovert telah melangkahi batasan adab dalam berbicara, maka hadith ini mempunyai daya bujuk yang tinggi supaya mereka mengawal batas. Di sinilah terpancar keindahan Islam yang mampu menolong introvert, kita mungkin memiliki personalitas introvert atau ekstrovert, kita tidak akan terjerumus ke dalam sikap melampau melayani persona dan tabiat diri ini. Keseimbangan pun tercapai dengan indahnya dalam masyarakat. Karena bagi saya hubungan ini memang seperti analogi zat aktif polar dan non polar pada sediaan herbal. Mereka hanya ingin berikatan pada sesama polar atau sesama nonpolar. Albumin pada ikan haruan adalah senyawa polar yang hanya akan mudah tertarik dengan senyawa polar ketika dibuat ekstraksinya. Banyak pilihan agar mereka bisa berikatan, H2O, metanol, etanol, asalkan polar. Introvert hanya dapat dipadahami oleh introvert lainnya tanpa waktu panjang, sikap ini bisa saling melengkapi karena tidak ada penerjemah lagi di setiap interaksi. Namun, islam mampu menjadikan analogi medan magnet pada introvert dan ekstrovert. Mereka terikat karena berlawanan akibat ion-ion yang saling melengkapi. Keterikatan ion inilah yang diibaratkan sebagai pertolongan islam, sebagai penerjemah dan jembatan bagi dua personalitas yang berlawanan. 

wallahu a'lam bishshawab

Kamis, November 06, 2014

Lacryma: Don't sacrifice pattient and manner



Bismillahirrahmaanirrahiim ^_^

Rara
"Jika kamu kehilangan sabar, mungkin aku akan kehilanganmu."
      Kata-kata di atas adalah kata-kata dari penulis Kurniawan Gunadi yang memiliki kepribadian ENTJ dalam klasifikasi MBTI. Rara termenung di antara buku-buku perpustakaan. Beberapa buku yang dia baca terkait tentang motivasi agar dia bisa menghadapi keadaannya sekarang. Pernahkah kamu pikirkan jika pada suatu keadaan ada seekor kucing yang berhati lembut, dididik oleh orangtuanya penuh kasih sayang dan sikap kompetisi—ibunya memiliki sikap tegas namun positif dan ayahnya adalah jiplak sempurna dari sikap introvert si kucing kecil. Semakin kucing beranjak dewasa, semakin dia melihat banyak macam sifat orang lain di luar tubuh dan jiwanya. Maka tidak sedikit si kucing merasa tertekan dengan oranglain hanya karena keadaan dunia luar itu lebih keras ketimbang sekedar lingkungan tempat tinggal si kucing kecil. Dunia terasa sangat kejam, seakan-akan tidak ada keadilan, banyak sikap melukai manusia lain, dan orang baik lebih banyak diam.
      Rara pernah mendengar tentang klasifikasi sikap orang terhadap orang lain. Bahwa kehidupan ini terbagi menjadi 3 sudut pandang pada orang lain, yaitu: 1) orang yang peduli dengan kita dan menyayangi kita bagaimanapun keadaan kita, 2) orang yang membenci kita bagaimanapun baiknya kita, dan 3) orang yang tidak peduli dan tidak memiliki peran apapun dalam hidup kita. Jika kita memahami 3 macam orang ini maka kita takkan ambil pusing bagaimanapun sikap orang lain kepada kita. 
“Ra, ngapain aja daritadi mondar-mandir di perpustakaan ngga selesai-selesai?” sapa Yati pada Rara yang asik membaca.
“Aku sedang sedih, makanya aku baca buku.” Sahut Rara.
“Ah, kau ini, terlalu introvert. Mudah sekali rapuh hanya karena bentakan Aulia.” Ucap Yati dengan ketus.
“Tidak kok, aku hanya berpikir kalau bisa jadi aku yang benar-benar salah. Aku hanya berpikir kalau aku pantas dibentak. Bisajadi karena dosaku yang banyak. Semoga bisa jadi penghapus dosaku. Makanya aku tidak melawannya dan hanya diam.” Jelas Rara.

Zeki R.A.
      Manusia mana yang tidak mau menjadi terbaik di antara kalangannya? Menjadi pemenang di keadaan yang tepat serta dengan gengsi terjaga? Lalu prestasi terbaik dan menang apa yang sebenarnya itu? Kasus Rara di atas mungkin sering terjadi pada kita. Ada kalanya kita tidak pernah cocok dengan oranglain atau bahkan masyarakat—hanya karena memiliki ideolisme yang berbeda. Jika saya jadi Rara, mungkin saya akan terluka, menunjukkan perlawanan karena yakin bahwa bentakan itu adalah sikap merendahkan seseorang, dan bisa jadi lost control untuk management perasaan. Namun, keputusan untuk bersabar adalah kunci terbaik dalam mempositifkan jiwa. Seperti yang diucapkan oleh Mohandas K. Ghandi:
“Kehilangan kesabaran berarti kalah perang.”
Oleh karena itu Allah janjikan banyak hal baik bagi orang yang mau bersabar.
      Sabar dalam segi bahasa adalah upaya menahan diri. Sabar terbagi menjadi 2, yaitu sabar di atas ketaatan kepada Allah dan sabar di atas kemaksiatan kepada Allah. Terkadang kita mengalami sikap lelah atau bosan dengan aktivitas ibadah, makanya kita harus sabar dalam ketaatan. Adakalanya kita mengalami kesulitan dalam menjauhi maksiat, makanya kita harus berusaha kendalikan sabar kita agar tetap terjaga. Marah, bersikap kasar, membentak orang, merendahkan, sombong, dan lainnya adalah beberapa keburukan akhlak yang dapat menodai sabar kita di atas kemaksiatan. Karena sikap buruk seperti itulah yang dapat membuat kita cendrung pada keburukan atau kemaksiatan.
”Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang beriman. Bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az zumar: 10)
Pertolongan takkan diberikan selama kita belum memberikan bukti kita menolong agama Allah. Esensi menolong agama Allah adalah kita tetap berpegang teguh pada akhlak terbaik meski cacian dan hinaan menusuk jiwa kita. Jangan pernah korbankan sabar dan sikap terbaik kita dalam situasi apapun, karena pengorbanan seperti ini adalah pengorbanan untuk menjaga keindahan Islam itu tetap ada dan anggun.
      Manusia memiliki naluri untuk menjaga harga diri dan gengsinya, melawan jika diserang, atau bahkan membalas lebih kejam. Ini biasa disebut dengan gharizah baqa’. Gharizah baqa’ adalah naluri mempertahankan diri, ego, gengsi, dan status ketika orang lain bersikap annoying atau mengancam keberadaan seseorang. Wujud naluri ini umumnya bisa dengan sikap emosional, marah, dan lainnya. Sabarlah yang dapat memanagement naluri ini. Orang yang sabar akan dicintai Allah, takkan ada lagi yang bisa membuat kita tenang selain motivasi terbaik yaitu cinta Allah:
“....Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (Qs. Ali Imran: 146)
      Sabar akan membuat musuh tidak mampu mengalahkan kita. Karena lewat sabarlah kita mampu menang melalui nafsu amarah kita. Bahkan keutamaan sabar sudah ditampakkan oleh Nabi Muhammad SAW. Manusia mana lagi yang bisa menandingi sabarnya Rasulullah? Rasulullah adalah contoh terbaik kita dalam bersabar. Upaya apapun diusahakan agar kita mampu bersabar, yang marah ketika berdiri dianjurkan duduk serta berwudhu untuk memadamkan api marah. Sabar adalah sikap paling anggun yang bisa kita upayakan untuk kebaikan islam. Menjadi orang yang tidak disiplin, pemarah, terburu-buru, tidak sopan, dan berbagai sikap buruk lainnya itu mudah dan banyak. Tapi menjadi penyabar, tulus, jujur, dan ramah itu sedikit. Berbanggalah menjadi orang yang sedikit.
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Ali Imran: 120)
“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu.____- Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (Qs. Ali Imran: 186)
      Allah hanya meminta kita untuk taat perintahNya, dan menjauhi larangnNya. Taat perintah Allah itu berwujud sabar kita untuk terus berpegang teguh pada sikap paling positif yang bisa kita usahakan. Berbagai ayat Allah yang saya paparkan di atas secara gamblang mengatakan, bahwa orang yang sabar itulah yang menjadi pemenang sesungguhnya, tak ada kekawatiran yang perlu diresahkan dengan sabar yang kita lakukan, dan sabar adalah wujud prestasi terbaik sebagai seorang muslim. Karena dengan sabar kita bisa bagikan cahaya islam dalam gelapnya akhlak umat muslim sekarang. Menjadi penerang di antara keputus-asaan. Seperti yang dijelaskan dalam hadist dari Abu Malik, Rasulullah bersabda “.....Sabar adalah cahaya.” (HR. Muslim). Dunia da’wah adalah dunia yang harus dijalani dengan penuh kesabaran. Ini menjadi cermin motivasi untuk kita atas kesabaran para pejuang Islam zaman dahulu yang kendalanya begitu berat untuk Islam. Oleh karena itu, jangan pernah korbankan sabar dan sikap terbaik kita dalam da’wah. Semoga kita istiqomah dalam bersabar.

Wallau’alam bissawab.


Senin, November 03, 2014

Stairs: Khasnya Carabelly

Bismillahirrahmaanirrahiim ^_^


Zeki R.A.

      Tulisan ini bisa dibilang sebagai tanda terimakasih saya sekaligus pidato resmi atas rilis nya blog baru saya. Blagu banget ya? biarlah asal semakin menambah semangat untuk berbagi tulisan. Terkadang, kita takkan tahu kalau diam-diam ada yang terinspirasi, tersenyum, ataupun menangis karena tulisan kita. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang yang hobby menulis mendapatkan kepuasan tersendiri untuk menulis apa saja yang ingin dia tulis. Ngga, sebenarnya sayanya saja yang ngebet pengen nulis.  

      Blog baru riskiagustin.worldpress.com dibuat oleh teman saya Noryunita, terimakasih ya Yuyun *peluk Yuyun*. Waktu itu saya sudah berniat untuk membuat blog baru, tapi ternyata laptop yang saya pakai tidak bisa membuka web wordpress. Saya coba download aplikasi wordpress di playstore dan  registrasi di situ juga tetap tidak bisa. Saya hampir menyerah. Tapi Yuyun tetap memberi saya semangat, bahkan menawarkan bantuan untuk membuatkan blog baru itu. Untungnya dia orang yang baik dan perhatian, jadi dia buatlah blog baru itu. Namun, saya merasa aneh jika blog yang akan saya isi tulisan-tulisan saya kelak tersebut malah faktanya buatan orang lain. Jadilah saya meminta Yuyun untuk membuat sapaan tentang blog itu sebagai keterangan, kalau blog itu bukan dibuat sendiri oleh saya. Awalnya saya khawatir dia menolak untuk menambahkan tulisan perdana blog tersebut, lebih tepatnya takut kalau dia terpaksa. Karena dia itu tidak mudah untuk mengatakan tidak. Tapi saya bersyukur, tulisan yang dia tulis di blog baru saya itu membuat saya semangat untuk menulis tulisan ini. Awalnya saya ragu, apakah blog itu akan terurus? blog yang ada saja jarang diurus? saya lebih sering menulis di word dan menyimpan kata-kata yang saya rangkai dengan apik menjadi harta karun. Sepertinya saya tidak boleh terus-terusan begitu. Akhirnya saya memutuskan memakai blog baru itu untuk berbagi puisi atau kata-kata positif yang bisa jadi pengingat saya sesuai dengan yang dijelaskan oleh tulisan pembuka dari teman saya ini. Saya akan lanjutkan seri fiksi Rara dan zeki R.A. untuk inspirasi bagi diri saya di masa depan.

*****
 
Rara

"Dokter gigi adalah perpaduan yang sempurna antara kecerdasan, kecantikan, keperkasaan, dan tenaga seperti kuli." Andrea Hirata

      Saya belum pernah membayangkan kalau saya akan berada di tempat ini, di tempat saya menimba ilmu, PSKG. Pertamakali saya hadir di lingkungan ini, saya ragu, apakah benar saya ditakdirkan untuk belajar ilmu kedokteran gigi? Apakah kemampuan saya memang ini? Alhamdulillah, saya sudah yakin kalau inilah saya. Passion saya adalah kedokteran gigi, mungkin. Sejak teringat kemampuan saya ketika preparasi gigi, memodel max, membuat kontur, dan mencetak model study saya semakin yakin. Beberapa di puji dosen dan membuat saya semangat, contohnya hasil cetakan model studi klas 2 premolar, fixed fixed bridge rahang bawah, dan beberapa preparasi gigi lainnya. Saya hanya lakukan apa yang saya suka, yaitu seni. Tidak bisa dibayangkan jika hal yang sangat kau suka malah menghasilkan uang kan? Ini indikasi kalau saya condong memiliki ciri bidang konservasi.

      Saya hanyalah anak biasa, berada di keluarga yang sederhana, memiliki pola pikir konservatif, dan sangat mencintai cara saya sendiri ketimbang ikut-ikut orang lain. Awalnya saya termakan omongan orang banyak dan langsung percaya: 
- Dokter gigi itu biasanya kaya raya, tambal gigi aja 250 ribu
- Mahasiswa kedokteran gigi itu biasanya orang-orang berada, punya standar tinggi
- Mahasiswa kedokteran gigi itu biasanya suka mejeng dan nongkrong
- Umumnya dokter gigi wanita itu pasti cantik
- Biasanya anak kedokteran gigi itu glamor dan kaya
- Biasanya anak kedokteran gigi itu punya gadget yang mahal-mahal
dan lain-lain yang menandakan kalau bergelut dibidang ini identik dengan segala hal yang mewah dan wah. 

      Saya mulai berpikir, apakah ini tempat saya? bagaimana jika saya tidak bisa beradaptasi? Saya jarang dandan. Saya juga rada tomboy. Saya bukan tipe orang yang mainstream dan sangat konservatif. Saya juga anti mengubah prinsip hidup. Mungkinkah saya tepat berada di sini? Ya, ternyata saya ditakdirkan mencintai lingkungan ini. Namun dengan sudut pandang yang lain. Jika Andrea Hirata mengatakan dokter gigi itu cerdas, cantik, perkasa, dan mampu melakukan hal berat. Saya mulai setuju. Menjadi dokter gigi itu harus cerdas. Mereka belajar fisiologi, biokimia, anatomi,farmakologi, dan sebagainya dalam satu blok. Itupun hanya superfisial, padahal ilmu ini sangat diperlukan ketika sudah berada di tengah masyarakat. Akhirnya kita akan belajar mandiri untuk memperdalamnya. Bayangkan, ketika seorang dokter gigi mengabdi pada desa terpencil, mereka dianggap masyarakat sebagai dokter--akhirnya tanpa pandang bulu masyarakat memerlukan ilmunya sebagai dokter, maka ilmu kebidanan, keperawatan, dokter umum, tekniker, dia lakukan. Karena tidak semua masyarakat bisa membedakan. Mereka hanya tahu kalau dokter ya dokter, yang penting bisa mengobati.

      Nah, bagaimana dengan kecantikan? Saya ragu hal ini ada pada diri saya yang sekarang, tapi saya yakin kalau saya memang sudah punya gelar dokter gigi. Ini berdasar pada rujukan kalimat di atas. Nyeheheh. Memang, kebanyakan dokter gigi wanita yang saya lihat itu cantik-cantik, saya juga sering takjub, ini dokter cantik amat, apakah semua dokter gigi cantik begini? Tapi esensi cantik yang saya yakini bukan cantik fisik, tapi kharisma. Banyak dokter gigi wanita yang saya temui, kecantikan mereka terlihat lewat ilmu dan sikap yang dipancarkannya. Entah kenapa aura itu hadir setiap kali saya melihat dokter gigi wanita. Bukan karena permata yang mereka tanam di gigi, atau braces yang tersusun rapi seperti pagar di gigi, tapi mindset keindahan yang mereka miliki selama belajar di kedokteran gigi terpancar begitu saja tanpa disadari.

      Perkasa, saya percaya kalau untuk hal ini. Bagaimana bisa begitu? Jelas sekali, karena berada di dental chair itu sangat capek. Berdiri, duduk, berdiri, duduk, untuk menangani pasien. Yang skillab 3 jam saja rasanya pegal sekali. Apalagi jika praktek nanti? Makanya kami berlatih membiasakan diri. Seperti kata dosen saya, dokter gigi itu adalah pekerja medis yang paling sering pijet. 

      Tenaga kuli? itu benar. Karena upaya menarik gigi molar itu sangat perlu tenaga yang banyak untuk tercabut. Belum lagi kita harus upayakan tenaga itu terorganisir, jangan sampai penarikan itu membuat rahang pasien fraktur, atau membuat akar giginya patah, atau melukai mukosa pasien, atau melukai diri kita sendiri. Gigi yang dicabut haruslah dalam keadaan utuh. Apalagi untuk pembuatan gigi tiruan, ini adalah saat-saat paling berasa seperti kuli. Ada palu, pisau gipsum, dan gipsumnya. Berasa seperti ingin membuat bangunan rumah. Bedanya ini gipsum, tapi kalau rumah itu pakai semen dan bata.

      Ini yang disebut khas dari seorang dokter gigi, apa yang kita miliki di atas akan kurang lebih sama dengan dokter-dokter gigi lain. Tapi bagaimana jika dokter gigi ini sekalian aktivis da'wah? Memiliki passion lain juga yang sangat dicintainya yaitu berjuang untuk agama Allah? Apalagi menjadi akhwat yang memperjuangkan islam kaffah, saya rasa jarang sekali. Jika ada akhwat yang seperti ini, saya sangat bersyukur. Tolong berikan kontaknya pada saya, agar saya bisa berdekatan dengan orang ini. Karena saya sudah berkali-kali mencari di google, akhwat dokter gigi atau mahasiswa KG yang berjuang untuk syariah dan khilafah ada di mana dan sedang berbuat apa *eh*--ada di mana dan bagaimana perjuangan mereka dalam da'wah. Namun, baru 2 orang yang saya temukan. Itupun dari usaha yang panjang, hanya tahu nama saja, tidak pernah bertemu, dan dia sudah jadi dokter gigi serta memiliki suami pula. Yang satu di Medan, satunya lagi di Sumatra Utara. Saya belum menemukan yang seumuran dengan saya dan sama-sama belum bersuami. Ini seperti keunikan cusp Carabelly, unik sekali bukan? Hanya akan ditemukan pada gigi 36 dan 46. Begitu juga dengan akhwat KG yang aktivis da'wah islam kaffah, hanya akan bertemu pada tempatnya saja, takkan bertemu di tempat yang lain. Pasti ngaji di tempat yang sama, dan belajar bidang yang sama. 

      Jadi, setiap orang atau profesi memiliki keunikan. Jika penjelasan mengenai dokter gigi dari Andrea Hirata itu unik, maka akan bertambah lagi limited edition ketika ditambah dengan tugas lain. Yaitu akhwat dan pejuang syariah dan khilafah. Meski berjuang di lingkungan masing-masing, tetaplah percaya bahwa kita tidak sendirian, kita tidak aneh, kita tidak juga terisolir (terasing). Hanya karena menjadi minoritas yang berjuang di bidang ini, atau bahkan satu-satunya yang berjuang. Jangan sampai futur hanya karena sendirian. Merasa tidak nyambung ketika berdiskusi dengan yang berbeda ilmu pengetahuan. Setidaknya kita yakin kalau kita istimewa, seperti khasnya cusp Carabelly. Menjadi peneduh di antara keputus asaan.

“Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)
Definisi asing dalam hadits di atas bukanlah mutlak diberikan bagi seorang yang tampil beda di tengah masyarakatnya. Akan tetapi, asing di sini bermakna seorang muslim yang berusaha melaksanakan syariat Islam dengan benar ketika masyarakat melupakannya. Hanya orang yang tahu letak Carabelly yang akan mengerti kalau Carabelly itu unik. Terletak di tempat yang takkan berpindah, dan yang paham anatomi gigi saja yang akan menemukannya. Cerdas, Cantik, Perkasa, dan Bertenaga Kuli itu seperti 3 molar yang tersusun (memiliki 2 radiks, bukal groove, dan inklinasi akar condong ke distal), tapi tambahan status Akhwat sekaligus pejuang agama Allah itu Khas seperti Carabelly. Hanya orang yang mengerti di mana dan yang mana kekhas an itu ditemukan pada akhwat kedokteran gigi. Terakhir, saya masih tetap menyimpan 3 nama adik tingkat yang sudah saya anggap saudari tersayang saya di pskg, semoga mereka bisa maju ke tahap khas Carabelly ini. Aamiin yaa Robbal'alamiin.



 Zeki R.A.
       Cerita Rara di atas menjelaskan pada kita, bahwa setiap orang memiliki pilihan untuk menjadi unik saja, atau menjadi unik yang istimewa. Terkadang energi dan semangat itu bisa muncul ketika seseorang mulai memikirkan hal-hal detail terkait dirinya sendiri. Dan ini sering terjadi. Wanita, jika ingin mencapai suatu pencapaian pada dirinya pasti akan diupayakan sebisanya. Misal, ingin menjadi istimewa itu adalah cantik. Nah, kalau istimewa itu cantik, banyak sekali wanita cantik di dunia ini. Apalagi kalau kita sempatkan berjalan di mall beberapa menit, pasti sudah ada banyak sekali wanita cantik yang akan kita lihat. Lalu jika pencapaian istimewa itu adalah pintar, banyak sekali wanita pintar di dunia ini. Setiap institusi memiliki wanita cantik dan berprestasi dengan berbagai bakat. Namun, bagaimana jika pencapaian istimewa itu adalah shalihah? yang jelas menjadi shalihah dan berjuang untuk mencapai gelar itu tidaklah mudah. Ada upaya tambahan yang mungkin saja tidak biasa untuk dipilih oleh kebanyakan orang. 
"Yang mau dan bersedia menjadikan da'wah sebagai pekerjaan sampingan saja sedikit, apalagi yang menjadikan da'wah sebagai poros utama hidupnya?"

Nah, menjadi limited edition itu bukan semata-mata ingin menjadi istimewa di antara makhlukNya. Tapi memang sebagai wujud tanggungjawab kita akan perintahNya. Memperjuangkan islam kaffah sekaligus berusaha melaksanakannya adalah konsekwensi keimanan kita sebagai seorang muslim. Maka dari itu, bisa jadi esensi untuk berjuang di jalan da'wah bukan sekedar sikap menjemput keistimewaan, tapi memang kewajiban. Karena konsekwensi keimanan adalah melakukan amal shalih. Bukti bahwa kita beriman adalah mempercayai dan meyakini dalam hati sekaligus melakukan perbuatan (amal)nya juga. Karena kata 'dan' itu adalah kata hubung yang mengartikan bahwa aktivitas yang disisipi 'dan' adalah aktivitas yang dilakukan bersamaan.

"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya." Q.S. At Tiin: 6. 
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” Q.S. Al Kahfi: 107 – 108.

wallahu'alam bissawab

Thanks for reading :)

Total Pageviews

ZEKI R.A.. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Small Pencil